Jajanan kaki lima

Siapa di Indonesia yang tidak kenal sate, bakso atau somay ? hampir semua orang tahu jajanan khas Indonesia tersebut. Tiap Negara mempunyai jajanan khas yang popular. Begitu juga di China, ada jajanan yang amat popular dan mudah didapatkan hampir di tiap kota di China.

Jajanan  yang enak dan murah meriah di Beijing adalah Yang rou chuanr, sate kambing ala china, yang asalnya dari Xinjiang. Rou chuanr di china berbeda dengan sate di Indonesia yang berbumbu kacang atau kecap. Bumbu sate kambing ini sangat minimalis. Setelah dibakar, sate kambing setengah matang ditaburin bubuk jintan dan bubuk cabe. Untuk yang tidak menyukai pedas, boleh minta jangan pakai bubuk cabe. Ukuran sate ini kecil kecil tidak sebesar sate di Indonesia.

Harga rou chuanr relatif murah, antara 1-2 yuan rmb. Di tiap sudut kota mudah ditemui penjual rou chuanr. Sewaktu musim panas, para penjual rou chuanr menyediakan meja dan  bangku kecil semacam dingklik. Banyak pelanggan yang duduk sambil menikmari rou chuanr sambil ngobrol berkumpul dengan teman. Kalau musim dingin , siapa yang tahan duduk di tengah cuaca bersuhu antara nol dan minus, banyak yang lebih menyukai rou chuanr dibungkus pulang.

Selain rou chuanr, jajanan yang saya sukai di pagi hari adalah Jian Bing. Penjual Jian Bing biasanya mangkal dengan sepeda di sudut jalan atau di kios kecil. Bentuk jian bing ini hampir menyerupai pan cake tapi lebih tipis.

Jian Bing dibuat diatas wajan datar. Adonan tipis dioleskan di atas wajan, satu telor dipecahkan diatas kulit adonan, setelah itu dioleskan saos berwarna kecoklatan yang  rasanya agak manis asin, ditaburi daun bawang dan sambal bagi yang suka pedas. Di tengah jian bing ditambahkan kerupuk, atau daun selada. Jian bing dilipat menyerupai pancake dan siap dinikmati. Harga Jian bing antara 2 – 3,5 RMB.

Bagi saya, begitu selesai dibuat, jian bing harus langsung dimakan selagi hangat, akan sangat terasa kriuk kriuk dari kerupuknya. Kalau dibawa pulang, kerupuknya sudah melempem rasa enaknya berkurang.

Selain jajanan pagi hari, jajanan malam hari yang popular di Beijing adalah Ma La Tang.  Penjual ma la tang kebanyakan mangkal di malam hari di tempat tertentu, ada juga buka di pagi hari, biasanya ini di kios. Di belakang sanlitun village, ada satu jalan kecil yang banyak penjual ma la tang pada malam hari.

Ma la tang adalah berbagai sayur dan daging yang ditusuk dan dimasak dalam kuah yang berbumbukan rempah rempah. Salah satu bumbu yang menjadi ciri khas adalah “ Ma”, biji kecil kecil berwarna hitam yang dikenal sebagai Sichuan pepercone.  Jangan coba mengigit si kecil ini, lidah akan langsung terasa kebas.

Jika makan ma la tang di penjual kaki lima, biasanya disediakan piring kaleng yang dialasin plastik. Tinggal dipilih sayuran yang kita sukai, langsung dimakan diatas piring dengan membubuhi saos kacang atau sambal. Setelah selesai makan, piring dan tusukan dikembalikan ke penjual yang akan menghitung berapa yang harus kita bayar. Harga tiap tusuk ma la tang berkisar antara 0.80 sen – 1 RMB.

 

Lain lagi ma la tang yang di jual di toko atau kios kecil. Tusukan sayur dan daging belum dimasak, biasanya kita pilih dulu sayuran dan daging yang disukai, sebelum dimasak, dilepaskan dulu tusukannya sambil menghitung berapa harga yang harus dibayar. Semua sayur dimasak dalam panci besar yang berkuah penuh dengan rempah rempah, setelah matang, dimakan dengan bumbu saos kacang , dan saos cabe.

Ada dua tempat penjual ma la tang yang menjadi favorit saya, yang satu dibawah apartment dan yang satu lagi di nanlou guxiang. Makan ma la tang yang paling nikmat adalah di musim dingin. Berdiri kedinginan, mulut sampai berasap menikmati kelezatan ma la tang..

 

 


25 December, 2012Permalink Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>